Perayaan Natal yang Penuh Makna di Gereja Santo Paulus Stasi Pinggang

Perayaan Natal 2025 di Gereja Santo Paulus Stasi Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, berlangsung tidak hanya meriah di altar tetapi juga menyentuh hati umat melalui kunjungan pastoral Pater Piter Nabur. Usai memimpin Misa Malam Natal 24 Desember dan Misa Hari Raya Natal 25 Desember, ia melakukan kunjungan ke rumah-rumah umat yang tidak dapat hadir secara langsung, membawa Sakramen Ekaristi sebagai tanda kasih Kristus.

Pater Piter menjelaskan bahwa pelayanan ini bertujuan untuk memenuhi kerinduan spiritual umat yang ingin menerima Sakramen Ekaristi meskipun tidak bisa hadir di gereja. Ia menekankan bahwa Natal adalah momen penting untuk merasakan kehadiran Yesus di tengah keluarga.

Air Mata Syukur Umat

Kunjungan pastoral ini meninggalkan kesan mendalam bagi sejumlah umat. Salah satunya adalah Valentina Kiduk, yang sedang sakit dan meneteskan air mata saat menerima Sakramen Ekaristi dari tangan Pater Piter. Ia menyampaikan rasa syukur dan kerinduan akan perayaan Natal yang biasanya ia ikuti ketika sehat.

“Ew nana, terima kasih banyak kunjungan de Pater bo lite. Danong du lari sehat, ikut terus Misa Perayaan Natal, bo nuk lite bo, co pande de beti.”

Ungkapan dalam bahasa Manggarai tersebut berarti: “Terima kasih banyak atas kunjungan Bapa Pater. Dulu di waktu sehat saya ikut terus Misa Natal, tapi sekarang karena sakit hanya bisa berdoa dari rumah walau rindu.”

Ucapan syukur juga datang dari keluarga Mama Maria Nidi melalui putranya, Velsianus Mbula:

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bapa Pater yang telah mengunjungi, mendoakan, dan memberikan sakramen khusus untuk Mama kami yang sedang sakit.”

Ucap Felsi dengan penuh haru.

Air mata syukur umat menjadi saksi bahwa Natal bukan hanya perayaan besar di gereja, melainkan juga kehadiran kasih yang sederhana namun mendalam.

Misa Natal: Sukacita yang Menyatukan



Sebelum kunjungan pastoral, Gereja Santo Paulus Stasi Pinggang dipenuhi oleh umat dari tiga stasi wilayah selatan Paroki Antonius Padua Ri’i, yaitu Stasi Pinggang, Stasi Lengor, dan Stasi Golo. Perayaan dipimpin langsung oleh Pater Piter Nabur. Dalam homilinya, ia menekankan pentingnya menghayati Natal dalam keluarga:

“Semoga damai Natal tetap tinggal di dalam keluarga dan hati kita, karena hati dan keluarga kita adalah Bethlehem yang sesungguhnya.”

Pesan ini mengingatkan umat bahwa Natal bukan sekadar liturgi meriah, melainkan momen mendalam untuk merenungkan kehadiran Yesus Kristus sebagai Firman yang menjadi manusia.

Kasih yang Menyapa



Perayaan Natal 2025 di Stasi Pinggang menjadi cermin bagaimana iman dan kasih menjangkau setiap sudut kehidupan. Gereja bukan hanya bangunan tempat berkumpul, tetapi juga persekutuan yang hidup, hadir di rumah-rumah umat, di hati keluarga, dan dalam doa yang dipanjatkan.

Natal kali ini mengingatkan bahwa Kristus lahir bukan hanya di kandang Betlehem, tetapi juga di hati setiap orang yang merindukan-Nya. Damai Natal yang menyapa hingga ke rumah-rumah menjadi tanda bahwa kasih Allah tidak terbatas oleh ruang, waktu, atau kondisi fisik.

Dengan demikian, Natal di Stasi Pinggang bukan hanya peristiwa tahunan, melainkan pengalaman iman yang mendalam. Ia mengajarkan bahwa setiap keluarga adalah Bethlehem, setiap hati adalah palungan, dan setiap kunjungan penuh kasih adalah perayaan Natal yang sesungguhnya.