Visi Gubernur Jabar dalam Pembangunan Berbasis Riset
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa riset menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, riset menjadi kunci agar kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan masyarakat dan berdampak jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan oleh KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, usai menandatangani Nota Kesepakatan Sinergi antara Pemda Provinsi Jawa Barat dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bale Pakuan, Kota Bandung, Rabu, 24 Desember 2025.
“Penelitian adalah sebuah keharusan. Mengapa pembangunan seringkali tidak selaras dengan harapan masyarakat atau tidak bersifat jangka panjang, karena lemahnya penelitian,” ujar KDM.
KDM memastikan Pemdaprov Jabar berkomitmen menjadikan hasil penelitian sebagai kompas dalam setiap pengambilan keputusan, terutama dalam meningkatkan produktivitas ekonomi dan sektor pertanian.
Transformasi Pertanian
Salah satu implementasi konkret dari kerja sama ini adalah penggunaan benih padi unggul hasil riset BRIN. KDM optimistis, intervensi teknologi benih ini dapat mendongkrak produksi gabah di Jawa Barat secara signifikan.
“Dari Jawa Barat akan lahir benih-benih baru. Musim tanam sekarang sudah dimulai dan panen pada April mendatang. Artinya, pada musim tanam kedua sekitar Mei atau Juni, benih dari BRIN ini sudah bisa digunakan masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, rata-rata produksi padi di Jawa Barat berada di angka 4 hingga 5 ton per hektare. Dengan benih unggul dan dukungan irigasi yang memadai, KDM menargetkan produktivitas naik menjadi 7 hingga 10 ton per hektare dengan frekuensi panen tiga kali setahun.
“Jika bisa naik dari 4 ton ke 7 ton saja sudah sangat luar biasa, asalkan produksinya merata di seluruh wilayah,” tambah KDM.
Kerja Sama dengan BRIN
Kepala BRIN Arif Satria, menyambut baik visi Gubernur Jabar. Sebagai langkah nyata, BRIN akan segera membangun Rumah Inovasi Daerah di Jawa Barat. Fasilitas ini akan menjadi pusat ekosistem riset untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi, sosial, hingga pengelolaan lingkungan.
Arif memuji visi KDM yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan mitigasi bencana melalui pendekatan nature-based solution.
“Pak Gubernur sangat konsen pada mitigasi risiko bencana. Ongkos untuk mitigasi jauh lebih rendah daripada ongkos menanggulangi bencana. Inilah pentingnya menyelesaikan masalah berbasis alam,” ungkap Arif.
Ruang Lingkup Kolaborasi
Selain sektor pangan, sinergi Pemdaprov Jabar dan BRIN juga akan mencakup penataan tata ruang, pengembangan varietas lokal, serta penguatan sektor perikanan dan peternakan.
“Intinya kita bersinergi meningkatkan produktivitas pangan di Jawa Barat dengan tetap memegang teguh prinsip menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Arif.
Langkah Konkret untuk Masa Depan
Kolaborasi antara Pemdaprov Jabar dan BRIN menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan fokus pada inovasi dan riset, pihak terkait berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki dampak positif jangka panjang.
Penggunaan benih padi unggul merupakan salah satu contoh nyata bagaimana riset dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, konsep nature-based solution yang diusung oleh Gubernur Jabar juga menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan.
Dengan adanya Rumah Inovasi Daerah, diharapkan akan muncul berbagai solusi inovatif yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat. Ini juga menjadi peluang bagi para peneliti dan pengusaha lokal untuk berkontribusi dalam memajukan sektor pangan dan lingkungan.

Leave a Reply