PENAJAM — Ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan SMKN 4 Penajam Paser Utara (PPU), mengikuti pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran yang digelar PT Waru Kaltim Plantation (WKP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Waru.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi kebakaran.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi terkait penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, pengenalan alat pemadam api, hingga praktik langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Selain itu, peserta juga mendapat pengalaman memadamkan api menggunakan kain basah dan simulasi pemadaman dengan armada pemadam kebakaran.
Kepala SMKN 4 Penajam Paser Utara, Esti Dwi Lestari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi seluruh warga sekolah, terutama dalam memahami prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Menurut Esti, pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran, penanganan awal, hingga prosedur evakuasi sangat diperlukan agar siswa, guru, dan staf sekolah lebih siap saat menghadapi kondisi darurat.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara PT WKP dan Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Waru yang dinilai memberikan pengalaman belajar lebih aplikatif bagi siswa di luar ruang kelas.
Sementara itu, Manajemen PT WKP, Miftahul Ulum, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya di sektor pendidikan.
Ia menegaskan, risiko kebakaran dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Karena itu, pemahaman tentang langkah pencegahan dan penanganan menjadi hal penting untuk dimiliki sejak dini.
Melalui kolaborasi ini, PT WKP berharap budaya keselamatan dapat tumbuh di kalangan pelajar. Tidak hanya memahami teori, peserta juga diharapkan memiliki pengalaman praktik yang mampu meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri saat menghadapi situasi darurat.
Ke depan, PT WKP memastikan akan terus menghadirkan berbagai program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan dan penguatan kapasitas masyarakat menghadapi tantangan lingkungan.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mewujudkan zero fire di seluruh wilayah operasional dan rantai pasok, melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Kepolisian, Manggala Agni, hingga BPBD.

Leave a Reply