Daftar 10 Kabupaten dan Kota Paling Bersih di Jawa Tengah Tahun 2025

Jawa Tengah kembali menunjukkan prestasi luar biasa dalam bidang kebersihan dan tata kelola lingkungan. Banyak kabupaten dan kota di provinsi ini berhasil meraih penghargaan Adipura serta masuk dalam pemeringkatan UI GreenCityMetric 2025. Berikut adalah 10 wilayah yang terbukti memiliki komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan:

1. Jepara

Kabupaten Jepara menjadi yang teratas dalam daftar ini. Dikenal sebagai “Kota Ukir”, Jepara berhasil meraih 16 penghargaan Adipura berturut-turut. Keberhasilannya tidak lepas dari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, revitalisasi ruang terbuka hijau, serta penguatan regulasi lingkungan sejak 2020.

2. Surakarta (Solo)

Kota budaya ini menduduki posisi kedua dengan program “Solo Berseri” yang mengedepankan kebersihan lingkungan berbasis komunitas. Pemerintah kota aktif mengembangkan transportasi ramah lingkungan, memperluas taman kota, dan menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Solo juga menjadi pionir dalam penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi publik.

3. Salatiga

Salatiga mempertahankan reputasinya sebagai kota kecil yang bersih dan nyaman. Sistem pengelolaan air limbah domestik yang tertata dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah membuat kota ini menjadi contoh ideal. Partisipasi aktif warga dalam program bank sampah dan urban farming turut memperkuat posisinya.

4. Magelang

Dikenal dengan julukan “Kota Sejuta Bunga”, Magelang menunjukkan keseriusan dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Pemerintah kota menggalakkan penghijauan dan pengelolaan sampah organik melalui bank sampah digital. Infrastruktur drainase yang baik dan pengelolaan ruang publik yang tertib menjadi nilai tambah.

5. Semarang

Sebagai ibu kota provinsi, Semarang menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan lingkungan. Program “Semarang Eco City” berhasil menurunkan volume sampah ke TPA hingga 30 persen dalam dua tahun terakhir. Kota ini juga memperluas jalur sepeda dan memperbaiki sistem pengelolaan air limbah di kawasan padat penduduk.

6. Kudus

Kabupaten Kudus menonjol dalam pengelolaan limbah industri dan rumah tangga. Pemerintah daerah menggandeng pelaku industri untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan zero waste. Inovasi seperti pengolahan limbah tembakau menjadi pupuk organik menjadi sorotan nasional.

7. Klaten

Klaten dikenal dengan program “Kampung Iklim” yang sukses menumbuhkan kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan dan adaptasi perubahan iklim. Sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis RT/RW menjadi kekuatan utama. Selain itu, Klaten juga aktif dalam konservasi sumber air dan penghijauan kawasan rawan longsor.

8. Blora

Meski sempat tertinggal, Blora kini bangkit dengan program “Blora Hijau” yang fokus pada reboisasi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pemerintah daerah juga aktif mengembangkan taman kota dan jalur pedestrian. Blora juga menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ruang terbuka hijau tercepat di Jawa Tengah.

9. Purwokerto (Kabupaten Banyumas)

Sebagai kota pendidikan, Purwokerto menunjukkan komitmen tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat menghasilkan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan edukatif. Program “Kampus Hijau” dan “Sekolah Adiwiyata” menjadi motor penggerak perubahan.

10. Pekalongan

Pekalongan, yang dikenal sebagai kota batik, berhasil menyeimbangkan antara industri dan lingkungan. Program pengolahan limbah batik ramah lingkungan menjadi sorotan nasional dan internasional. Kota ini juga memperluas kawasan konservasi mangrove sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.

Indikator Penilaian

Pemeringkatan ini mengacu pada beberapa indikator utama:
* Pengelolaan sampah dan limbah

Ketersediaan ruang terbuka hijau

Kualitas udara dan air

Transportasi ramah lingkungan

Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan

UI GreenCityMetric dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi dua lembaga utama yang melakukan penilaian melalui survei lapangan, data administratif, dan inovasi kebijakan daerah.

Tantangan dan Langkah Masa Depan

Meski prestasi ini membanggakan, tantangan tetap ada. Urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim menjadi faktor yang harus diantisipasi. Pemerintah daerah diharapkan terus berinovasi dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pendidikan lingkungan sejak dini, insentif bagi pelaku usaha ramah lingkungan, serta penguatan regulasi menjadi langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kebersihan di Jawa Tengah.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Jawa Tengah membuktikan bahwa kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang terus dijaga dan diwariskan.