PENAJAM, – Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rahman, menegaskan pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kecamatan Waru. Fasilitas yang direncanakan berada di Sungai Tunan, Kelurahan Waru, ditargetkan terealisasi pada 2026.
Menurut Ishaq, lokasi TPI dekat muara Sungai Masur dipilih karena alurnya aman bagi kapal nelayan dan dukungan warga setempat yang siap menyerahkan lahan untuk pembangunan TPI, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), serta pabrik es balok.
Hambatan utama selama ini adalah keterbatasan anggaran daerah. Namun, kini pemerintah kabupaten mendapatkan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Perikanan Tangkap, sehingga realisasi proyek bisa dipercepat.
“Dengan adanya TPI, harga ikan bisa lebih terkontrol dan nelayan mendapat kepastian pendapatan,” ujar Ishaq. Selain itu, ia menyoroti harga BBM yang masih tinggi bagi nelayan, yakni Rp12.000–Rp12.500 per liter. DPRD mendorong pemerintah daerah mempercepat distribusi BBM subsidi melalui SPBN dan koordinasi dengan BPH Migas.
Ishaq menekankan bahwa kebijakan fiskal harus fokus pada sektor perikanan, pertanian, UMKM, dan pariwisata untuk mendukung kesejahteraan masyarakat PPU secara berkelanjutan. (adv)

Leave a Reply