PENAJAM, – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendorong penambahan dukungan pembangunan sumur bor irigasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini menjadi upaya strategis menjawab persoalan minimnya suplai air bagi lahan pertanian di wilayah Benuo Taka.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan pembangunan 10 unit sumur bor. Namun pada 2025, BWS hanya dapat merealisasikan empat unit, masing-masing berlokasi di Desa Labangka, Babulu Darat, Rawa Mulya, dan Sebakung Jaya di Kecamatan Babulu.
“Kami tetap berharap BWS bisa melanjutkan dukungan tahun depan. Masih banyak titik lahan pertanian yang membutuhkan suplai air tambahan,” ujar Andi Traso, Sabtu (29/11/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar areal pertanian di PPU masih bergantung pada curah hujan karena belum adanya infrastruktur bendungan yang mampu menyediakan aliran irigasi secara berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, sumur bor menjadi solusi cepat dan efektif untuk memenuhi kebutuhan air tanam petani.
Andi menekankan bahwa penambahan sumur bor tidak hanya berfungsi mengatasi kekeringan musiman, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan luas tanam padi. Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, lahan tidur berpotensi kembali produktif.
Empat unit sumur bor yang telah terbangun di Babulu disebut mampu mengairi puluhan hektare sawah. Dampaknya mulai terlihat baik dari sisi pola tanam maupun peningkatan motivasi petani.
“Jika ketersediaan air terjamin dan hasil panen terserap Bulog, petani pasti lebih berani menggarap lahan mereka. Harapannya produksi padi kita ikut meningkat,” pungkasnya. (ADV)

Leave a Reply