Palangka Raya – 14 April 2025
Semangat persatuan dan keberagaman kembali digaungkan dari jantung Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Dewan Adat Dayak (DAD), organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan menggelar Halal Bihalal Kebangsaan yang sarat makna. Bertempat di Aula Jayang Tingang (AJT), kompleks Kantor Gubernur Kalteng, acara ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan lintas identitas budaya dan kepercayaan.
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo hadir langsung dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Senin siang (14/4/2025).
Kegiatan ini juga mendapat perhatian nasional dengan hadirnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang menunjukkan pentingnya agenda tersebut bagi iklim kebangsaan secara luas.
Tak kurang dari 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi adat dan kemasyarakatan hadir dan berbaur tanpa sekat.
Ketua panitia pelaksana, Ir. Vent Christway, menegaskan bahwa Halal Bihalal Kebangsaan bukan hanya sekedar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai spiritual dan komitmen persahabatan.
“Halal Bihalal ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi, membangun keharmonisan antar pemerintah provinsi dengan Forkopimda serta seluruh organisasi masyarakat. Ini merupakan wujud penghormatan terhadap keberagaman suku, ras, dan agama di Kalimantan Tengah,” katanya dalam laporan kegiatan.
Lebih dari sekedar ucapan maaf lahir dan batin, acara ini juga dirangkai dengan pelantikan pengurus cabang NU dari tujuh kabupaten/kota di Kalteng: Barito Selatan, Kapuas, Palangka Raya, Katingan, Sukamara, Murung Raya, dan Barito Utara. Momen ini mengukuhkan kembali peran NU sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama dan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam suasana yang penuh keakraban, nuansa keberagaman tidak hanya terasa dalam pidato dan Berbagai, tetapi juga dalam pertemuan antarlembaga dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi perekat sosial di tanah Bumi Tambun Bungai. Dalam konteks ini, Halal Bihalal Kebangsaan menjadi cerminan nyata dari semangat gotong royong dan hidup berdampingan yang menjadi ciri khas masyarakat Kalteng.
Sebagai provinsi yang kaya akan keragaman suku dan agama, Kalimantan Tengah kembali menunjukkan bahwa persatuan bukan sekedar jargon, melainkan sebuah komitmen bersama yang terus dijaga melalui momen-momen kebangsaan seperti ini.

Leave a Reply