Kalteng, Nusantara.co — Program Pendidikan Huma Betang yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mencatat tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi. Hasil Survei Teropong Daerah oleh Litbang Kompas menunjukkan 97,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program tersebut.

Survei dilakukan secara tatap muka pada 6–10 Oktober 2025 dengan melibatkan 200 responden yang dipilih secara purposif, terdiri dari pelajar dan tenaga pendidik jenjang pendidikan menengah se-Kalimantan Tengah. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 6,89 persen, hasil survei ini menggambarkan apresiasi luas terhadap transformasi pendidikan di daerah tersebut.

Tingginya kepuasan terhadap Program Pendidikan Huma Betang sejalan dengan penilaian positif terhadap kinerja Gubernur Agustiar Sabran. Survei mencatat 97,6 persen responden menyatakan puas atas kinerja gubernur. Temuan ini menunjukkan korelasi kuat antara kebijakan pendidikan yang dijalankan dengan persepsi publik terhadap kepemimpinan daerah.

Program Pendidikan Huma Betang dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui reformasi sektor pendidikan. Evaluasi Litbang Kompas memfokuskan penilaian pada empat pilar utama, yakni digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, Kelas Digital Huma Betang, serta program beasiswa pendidikan.

Aspek digitalisasi menjadi komponen yang paling diapresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen. Implementasinya meliputi penyaluran televisi interaktif dan penyediaan akses internet gratis di sekolah. Responden menilai kebijakan ini meningkatkan mutu pembelajaran, mempermudah akses informasi, dan membuat proses belajar mengajar lebih efisien.

Perbaikan sarana dan prasarana juga dinilai signifikan. Sebanyak 79,9 persen responden menyatakan kondisi sekolah mengalami peningkatan, terutama pada fasilitas umum, akses internet, dan pasokan listrik. Sementara itu, Kelas Digital Huma Betang dikembangkan sebagai platform pembelajaran daring untuk memperluas akses pendidikan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan geografis.

Program beasiswa, kebijakan sekolah gratis, serta bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu turut mendapat respons positif. Kebijakan tersebut dinilai membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan.

Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah tantangan, antara lain kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi, keterbatasan pasokan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di beberapa wilayah. Responden menilai peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta pendampingan siswa perlu diperkuat agar pemanfaatan teknologi berjalan optimal dan bertanggung jawab.

Terlepas dari kendala tersebut, optimisme publik tetap tinggi. Sebanyak 96,1 persen responden yakin Pemprov Kalteng mampu mengatasi hambatan secara bertahap. Dukungan terhadap keberlanjutan Program Pendidikan Huma Betang pun mencapai 98 persen.

Program ini resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah dirancang sejak 2024 dan direncanakan diperluas pada 2026. Tingginya tingkat kepuasan dan dukungan publik menempatkan Program Pendidikan Huma Betang sebagai salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan sektor pendidikan di Kalimantan Tengah.