Palangka Raya, Nusantara.co.id Pemerintah Provinsi
Kalimantan Tengah resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kehutanan
2025 di Kota Palangka Raya, Senin (23/6). Agenda strategis yang digelar selama
tiga hari ini difokuskan untuk memperkuat peran kehutanan sosial dalam mendukung
visi pembangunan Kalteng yang “Berkah, Maju, dan Bermartabat.”

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan
Tengah ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan program dan kegiatan
kehutanan sosial agar lebih terarah dan berdampak nyata, terutama dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa tertinggal.

“Kegiatan ini kita laksanakan selama tiga hari, mulai hari
ini hingga Rabu, 25 Juni mendatang,” ujar Kepala Dishut Kalteng, H. Agustan
Saining, S.Hut., M.Si, dalam laporan pembukaannya. Ia menekankan pentingnya
sinkronisasi program agar kehutanan sosial tak hanya menjadi agenda lingkungan,
tetapi juga pendorong ekonomi masyarakat.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung,
yang hadir memberikan sambutan, menggarisbawahi pentingnya Rakornis sebagai
ruang konsolidasi lintas sektor. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih
terdapat 86 desa di Kalimantan Tengah yang berstatus tertinggal. “Kita harapkan
perhutanan sosial ini menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, khususnya di 86 desa tertinggal ini,” tegasnya.

Leonard juga menekankan bahwa keberhasilan kehutanan sosial
bergantung pada sinergi multipihak. “Perhutanan sosial tak bisa berdiri
sendiri. Diperlukan kolaborasi konkret dengan pemerintah desa dan perangkat
lapangan agar program ini betul-betul menyentuh kebutuhan warga,” tambahnya.

Rakornis 2025 diarahkan menjadi forum teknis yang tidak
hanya membahas isu lingkungan, tetapi juga mendorong integrasi program
kehutanan sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi. Pemprov Kalteng
menegaskan bahwa kebijakan sektoral kehutanan harus berpihak pada rakyat dan
memperkuat pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.