PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memasuki tahun anggaran 2026 dengan ruang fiskal yang jauh lebih terbatas dibanding dua tahun terakhir. Dalam rapat paripurna yang digelar Minggu (30/11/2025), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,48 triliun. Angka tersebut menurun cukup tajam dan menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan nilai APBD ini tidak terlepas dari berkurangnya proyeksi dana transfer dari pemerintah pusat, yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan daerah.

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, mengatakan bahwa kondisi fiskal yang menurun mengharuskan pemerintah daerah mengambil langkah-langkah pengaturan keuangan yang lebih disiplin. Ia menegaskan bahwa ketergantungan PPU terhadap transfer pusat membuat penyesuaian anggaran menjadi tidak terhindarkan.

“Kita masih bergantung pada transfer pusat. Ketika proyeksinya menurun, otomatis kita perlu melakukan penyesuaian besar-besaran,” ujarnya dalam paripurna.

Dari total pendapatan daerah senilai Rp1,48 triliun, Rp1,25 triliun atau lebih dari 84 persen berasal dari dana transfer pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya menyumbang sekitar Rp210,91 miliar, sedangkan sisanya berasal dari pendapatan sah lainnya.

Minimnya PAD semakin menegaskan tantangan PPU dalam memperluas sumber pendapatan lokal, terutama di tengah dinamika pembangunan wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menuntut percepatan berbagai pelayanan dan infrastruktur.

Untuk sisi belanja, APBD 2026 menetapkan total belanja sebesar Rp1,47 triliun. Komposisi belanja didominasi oleh belanja operasi yang mencapai lebih dari Rp1,19 triliun. Belanja modal tercatat sebesar Rp126,20 miliar, sedangkan belanja tidak terduga (BTT) dialokasikan Rp5 miliar sebagai antisipasi kondisi darurat.

Dengan struktur tersebut, ruang belanja pembangunan relatif terbatas. Meski sempat mencatat defisit Rp13,78 miliar, pembiayaan netto berhasil menutup kekurangan tersebut sehingga APBD kembali berada dalam posisi zero defisit. (adv)