PENAJAM, – Bencana alam yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh—menjadi perhatian nasional setelah menyebabkan 442 korban meninggal dunia dan 402 orang masih dalam pencarian. Sumatera Utara tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah, diikuti kerusakan permukiman yang masih dalam proses pemulihan.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Penajam Paser Utara (PPU), Gusti, menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan masif yang terjadi.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di sana. Semoga mereka diberikan ketabahan. Bencana ini sebelumnya sudah terdeteksi melalui analisa meteorologi dan tingginya curah hujan, namun tetap saja ini merupakan kejadian alam yang sulit dihindari,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Gusti mengingatkan masyarakat PPU untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sumber Sari, Karang Jinawi, Bukit Subur, Penajam, dan Lawe-Lawe, terlebih saat hujan berintensitas tinggi.
“Untuk mitigasi, masyarakat diharapkan tetap aktif bergotong royong dan waspada menghadapi kondisi meteorologi basah saat ini. Jika dampaknya luas dan penanganan sudah tidak bisa dilakukan secara kolaboratif, tentu evaluasi tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu hari, apalagi jika bencananya berskala masif,” jelasnya.
Gusti berharap proses pemulihan di daerah-daerah terdampak, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, dapat berjalan cepat sehingga kondisi masyarakat kembali stabil dan aktivitas sosial ekonomi dapat pulih. (ADV)

Leave a Reply