Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Tahun 2025

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 mencapai angka 75,90, yang menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 75,02. Angka ini menjadi indikasi positif bahwa berbagai upaya pembangunan manusia di berbagai sektor telah memberikan dampak nyata.

Menko PMK, Pratikno, menyampaikan apresiasi terhadap laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan IPM ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berasal dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari kerja keras masyarakat luas. Guru-guru yang mengajar dengan kesabaran, tenaga kesehatan yang bekerja tanpa henti, serta keluarga yang berjuang untuk masa depan anak-anaknya, semua berkontribusi dalam meningkatkan IPM.

Peningkatan IPM di berbagai komponen seperti harapan hidup, harapan lama sekolah, dan pengeluaran riil per kapita menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan manusia dijalankan secara terarah dan berkelanjutan. Pratikno menjelaskan bahwa ketika kebijakan antar-sektor saling terhubung dan saling memperkuat, hasilnya tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)

Peningkatan IPM ini sejalan dengan hasil nyata dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Di bidang pendidikan, pemerintah melakukan revitalisasi 16.698 sekolah dan madrasah serta digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 124.253 unit Interactive Flat Panel (IFP). Hal ini membantu memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.

Di bidang kesehatan, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 45,5 juta warga dan skrining massal TBC dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Langkah-langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Tantangan Pemerataan Pembangunan

Meski capaian ini bisa disebut menggembirakan, Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian penuh pada tantangan pemerataan pembangunan manusia. Kemenko PMK terus mengarahkan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat daerah-daerah dengan IPM yang masih tertinggal.

Pratikno menyatakan bahwa meskipun ada wilayah yang perlu didorong bersama, arah pembangunan sudah jelas, yaitu menuju Indonesia yang lebih setara, sehat, dan cerdas. Pemerintah hadir untuk semua dan akan terus bekerja agar manfaat pembangunan dirasakan lebih merata.

Data BPS dan Wilayah dengan IPM Rendah

Data BPS menunjukkan bahwa kesenjangan masih terlihat di beberapa wilayah, terutama di lima provinsi dengan IPM terendah. Lima provinsi tersebut adalah:

  • Papua Pegunungan (54,91)
  • Papua Tengah (60,64)
  • Papua Barat (68,48)
  • Papua Selatan (69,54)
  • Nusa Tenggara Timur (69,89)

Menyikapi hal ini, Pratikno memastikan bahwa Kemenko PMK akan memperkuat peran koordinatifnya agar program-program prioritas pemerintah lebih efektif menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.

Menyongsong Masa Depan yang Lebih Baik

Capaian ini menjadi pijakan penting untuk berlari lebih kencang. Sesuai arahan Presiden, pembangunan harus berpusat pada manusia. Tugas Pratikno dan seluruh jajaran adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.