Palangka Raya, Nusantara.co,  – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2025 yang mengusung tema “Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik,” tema yang menekankan dan menyerukan kolaborasi lintas batas, sektor, dan generasi untuk membangun sistem agrifood yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan. 
HPS Tahun 2025 juga menjadi momen istimewa karena menandai 80 tahun berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization / FAO), sebuah organisasi yang yang berfokus pada pemberantasan kelaparan, ketahanan pangan, dan kekurangan gizi di seluruh dunia melalui pengelolaan sumber daya alam, pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugiyanto, S.Pt, M.Si., menjelang Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Rabu (15/10/2025).
Menurut Sugiyanto, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) adalah sebuah momentum penting yang mengingatkan dunia bahwa kekuatan setiap negara ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.
“ Ketahanan pangan menjadi tanggung jawab kita bersama, kami an. Pemerintah kota palangkaraya selalu berkomitmen utk menjaga stabilitas dan ketahanan pangan. Utk itu kami mengajak seluruh masyarakat mulai pelaku usaha, petani, hingga komunitas lokal untuk bergandengan tangan menghadirkan pangan yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan makanan, tetapi juga tentang keadilan dan keberlanjutan,” tuturnya.
Sugiyanto mengatakan lebih lanjut bahwa masyarakat turut berperan dalam upaya meningkatkan ketersediaan pangan dengan berpartisipasi dalam produksi, mengembangkan dan memanfaatkan pangan lokal, membangun cadangan pangan masyarakat, berkontribusi pada distribusi dan perdagangan pangan, serta mengedukasi diri dan orang lain tentang pentingnya gizi dan keamanan pangan. 
“ Keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang merata dan berkelanjutan di berbagai tingkatan, contohnya mendukung produk pangan lokal, mandiri pangan,aktif dan produktif dengan cara memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan disekitar rumah dengan menanam sayuran dan tumbuhan bermanfaat lainnya untuk konsumsi rumah tangga,” pungkas Sugiyanto.