PALANGKA RAYA, Nusantara.co – Lurah Bukit Tunggal, Subahan Noor,
menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih Kelurahan Bukit Tunggal bukan
hanya sebagai bentuk respon atas program nasional, tetapi juga lahir dari
semangat gotong royong dan kebutuhan masyarakat untuk memiliki wadah ekonomi
yang kuat, adil, dan mandiri.
Dalam wawancara eksklusif, Subahan Noor menjelaskan bahwa
awal mula terbentuknya koperasi ini berangkat dari instruksi agar tiap
kelurahan memiliki koperasi yang terstruktur. “Awalnya hanya ada koperasi desa,
lalu muncul permintaan untuk segera membentuk koperasi kelurahan. Maka kami
bergerak cepat bersama masyarakat,” jelasnya.
Kelurahan Bukit Tunggal termasuk salah satu yang mendapat
amanah lebih awal. Saat itu, beberapa warga sudah berinisiatif membentuk
koperasi. Momen itu pun langsung dimanfaatkan untuk mengintegrasikannya dengan
program nasional koperasi Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo
Subianto.
“Gayung bersambut dengan program pusat. Maka kami sepakat,
koperasi warga yang tengah dirintis, langsung kita jadikan Koperasi Merah Putih
Kelurahan Bukit Tunggal,” ujar Subahan.
Rapat penetapan diadakan di Rumah Betang, Jalan Tilung.
Dalam forum tersebut disepakati bahwa Pak Mamangtuwbil menjadi Ketua Koperasi,
sementara lurah sendiri secara struktural ditunjuk sebagai Ketua Pengawas.
“Jadi pengawasan tetap kita jalankan dari sisi kelurahan,” tambahnya.
Subahan mengungkapkan bahwa sejak awal, koperasi ini berdiri
dari semangat swadaya. “Biaya notaris, akta, semua ditanggung oleh anggota.
Sekitar Rp2,5 juta waktu itu. Ini menunjukkan komitmen kuat dari masyarakat,”
jelasnya.
Awalnya, lokasi koperasi direncanakan di kantor kelurahan,
namun karena kurang representatif, akhirnya dipilihlah ruko milik Ketua
Koperasi di kawasan lingkar luar. Pilihan ini sekaligus menjawab kebutuhan
warga di pinggiran kota akan akses bahan pokok dan pupuk dengan harga
terjangkau.
Kini, koperasi ini juga mewadahi produk UMKM warga. “Ada
kerajinan, makanan ringan, dan produk lain yang dipasarkan di gerai koperasi,”
ujar Subahan Noor. Hingga saat ini, jumlah anggota telah mencapai sekitar 430
orang, dan koperasi aktif mendistribusikan barang kebutuhan pokok seperti LPG,
pupuk, minyak goreng, gula, hingga beras dengan harga bersaing.
Kelurahan sendiri terus mendorong agar koperasi bisa
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kita ingin kehadiran koperasi ini
bukan sekadar simbolis. Harus ada manfaat konkret: harga bahan pokok yang
murah, layanan simpan pinjam dengan bunga rendah, bahkan apotek murah pun akan
kita realisasikan,” tegas Subahan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 56.000 jiwa, Bukit Tunggal
merupakan kelurahan terbesar di Palangka Raya. Lurah berharap koperasi ini
menjadi motor penggerak ekonomi, terutama bagi warga di wilayah terluar yang
selama ini kurang terjangkau.
“Kami sudah sampaikan ke masyarakat: tidak ada ruginya
menjadi anggota koperasi. Keuntungannya lebih besar, dan ini adalah milik kita
bersama,” pungkas Subahan penuh optimisme.

Leave a Reply