Bantuan Sosial dari Pemprov Banten untuk Masyarakat Lebak

Pemerintah Provinsi Banten melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ASN Pemprov Banten memberikan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat di Kecamatan Cijaku dan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Bantuan tersebut mencakup beberapa bidang penting seperti pembangunan Rumah Layak Huni (RLH), dukungan permodalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta bantuan di bidang keagamaan dan kesehatan.

Bantuan pembangunan rumah layak huni diberikan kepada delapan warga, dengan rincian tiga warga di Kecamatan Wanasalam dan lima warga di Kecamatan Cijaku. Selain itu, 15 pelaku UMKM juga mendapatkan bantuan modal usaha. Dari jumlah tersebut, sepuluh pelaku UMKM berada di Kecamatan Wanasalam dan lima lainnya di Kecamatan Cijaku.

Di bidang keagamaan, UPZ ASN Pemprov Banten memberikan bantuan tunai sebagai bentuk apresiasi kepada 10 guru ngaji dan 10 marbot. Sementara itu, bantuan kesehatan juga disalurkan kepada warga Kecamatan Cijaku. Tidak hanya itu, Pemprov Banten juga melakukan rehabilitasi empat gedung pondok pesantren, termasuk satu pondok pesantren di Kecamatan Wanasalam dan tiga pondok pesantren di Kecamatan Cijaku, termasuk rehabilitasi musala.

Seluruh bantuan tersebut disalurkan dalam rangkaian kegiatan Silaturahmi Pengajian Ulama Umaro Kecamatan Cijaku yang digelar di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, pada Rabu (31/12/2025). Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Asda II Pemprov Banten Budi Santoso, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten H. Tubagus Rubal Faisal, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Agus Mintono.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk terus menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program pembangunan rumah layak huni. Ia mengimbau pemerintah desa dan pihak terkait untuk segera mengajukan usulan bantuan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Segera ajukan usulan. Namun bantuan rumah layak huni ini diprioritaskan bagi warga yang sudah tidak dapat bekerja karena faktor usia atau disabilitas. Sementara bagi warga yang masih produktif, kami dorong melalui bantuan modal usaha,” ujar Dimyati.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Lebak. Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan di wilayah Lebak yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dari Pemprov Banten, salah satunya terkait warga Lebakgedong yang hingga kini masih menempati hunian sementara.

“Kami berharap Pemprov Banten dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten H. Tubagus Rubal Faisal menjelaskan bahwa bantuan rumah layak huni, kesehatan, pendidikan, UMKM, hingga keagamaan disalurkan berdasarkan usulan resmi yang telah diverifikasi sesuai ketentuan. “Bantuan rumah layak huni, bantuan modal UMKM, pendidikan, kesehatan, serta reward bagi guru ngaji dan marbot merupakan wujud nyata kepedulian Pemprov Banten terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus dukungan terhadap kegiatan keagamaan,” jelasnya.

Menurut Rubal Faisal, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Atas penyaluran bantuan itu, Camat Cijaku sekaligus Plt Camat Wanasalam, H. Cecep Saputra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Banten Andra Soni, Bapak Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah, serta seluruh jajaran Pemprov Banten yang telah membantu masyarakat kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari pembangunan rumah layak huni, bantuan UMKM, hingga dukungan terhadap program Magrib Mengaji dan para marbot. “Reward bagi guru ngaji sangat berarti dalam mendukung Gerakan Magrib Mengaji. Sementara bantuan rumah layak huni menjadi solusi atas masih adanya rumah tidak layak huni di Kecamatan Cijaku dan Wanasalam,” katanya.

“Memang masih banyak kebutuhan masyarakat, namun alhamdulillah pada tahun 2022 dan 2023 juga telah ada bantuan, baik dari Baznas Provinsi maupun Baznas Kabupaten,” pungkas Cecep.