Kalimantan Tengah, Nusantara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Tengah menggelar Pawai Tarhib Ramadan 1447 Hijriah sebagai rangkaian penyambutan bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (12/2/2026), dan disaksikan ribuan masyarakat.
Pawai Tarhib ini rutin dilaksanakan setiap menjelang Ramadan sebagai wujud rasa syukur dan kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan yang penuh berkah. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan yang memadati sepanjang rute pawai. Dalam sambutannya, Gubernur berharap Pawai Tarhib dapat mempererat silaturahmi, kebersamaan, serta ukhuwah, baik antarumat Islam maupun antarumat beragama di Kalimantan Tengah.
“Pawai Tarhib ini diharapkan mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Ramadan,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif. Ia menegaskan pentingnya filosofi Huma Betang sebagai landasan hidup bermasyarakat dalam membangun Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan semakin berkah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Iyus Efendi, S.Pd.I, menjelaskan bahwa Pawai Tarhib tahun ini dibagi ke dalam empat kategori peserta, yakni:
-
PAUD/TK/RA sebanyak 23 peserta,
-
SD/MI/TKA/TPA/SMP/MTs sebanyak 50 peserta,
-
SMK/Universitas/Umum sebanyak 18 peserta, dan
-
Mobil hias sebanyak 21 peserta.
“Total keseluruhan peserta mencapai 112 peserta dari seluruh kategori. Kegiatan ini dipersiapkan oleh BKPRMI bersama DMI Kota Palangka Raya selama kurang lebih dua minggu,” jelas Iyus.
Ia berharap Pawai Tarhib ini dapat menjadi momentum untuk menyemarakkan syiar Islam, mempererat tali silaturahmi masyarakat, serta menumbuhkan semangat keagamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Leave a Reply