Kalteng, Nusantara.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat sosialisasi Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap berbagai bantuan dan layanan publik. Program tersebut ditegaskan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun terjadi penyesuaian anggaran.

Sosialisasi program itu dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo di Istana Isen Mulang, rumah jabatan gubernur, Palangka Raya, Rabu (10/3/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian program pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ajang mempererat komunikasi antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah organisasi kemasyarakatan, insan pers, hingga perwakilan kelompok disabilitas turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata di berbagai sektor kehidupan.

Ia menjelaskan, kartu tersebut dihadirkan sebagai instrumen untuk mempermudah masyarakat memperoleh berbagai bentuk bantuan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan sosial lainnya. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan kehadiran negara dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Agustiar juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan berupa penyesuaian anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Anggaran Provinsi Kalimantan Tengah yang sebelumnya berada di kisaran Rp10,3 triliun kini mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp5,3 triliun.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Dalam kondisi anggaran yang ada, pemerintah harus lebih cermat menentukan prioritas. Program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat akan tetap dijalankan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Agustiar juga mengajak masyarakat Kalimantan Tengah untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Menurutnya, nilai-nilai Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang maju dan sejahtera.

Sementara itu, Wakil Gubernur Edy Pratowo menjelaskan bahwa Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan program strategis yang dirancang sebagai pintu akses masyarakat terhadap berbagai bentuk bantuan pemerintah secara terintegrasi.

Menurutnya, kartu tersebut tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial seperti pangan atau bantuan tunai, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai layanan publik, termasuk bantuan pendidikan, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga dukungan bagi sektor pertanian dan perikanan.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, mengungkapkan bahwa distribusi Kartu Huma Betang Sejahtera saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.

Menurutnya, kartu tersebut telah didistribusikan hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.

“Distribusi kartu hampir rampung. Tahap berikutnya adalah proses verifikasi dan validasi di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap program Kartu Huma Betang Sejahtera dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan efektif meskipun di tengah keterbatasan anggaran.