Kalteng, Nusantara.co — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan menjelang sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional.

Secara nasional, GPM digelar untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga serta meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Tahun Baru Imlek, serta Hari Raya Nyepi 2026. Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha pangan guna menjaga pasokan serta stabilitas harga di pasaran.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM di daerah bertujuan memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Pemerintah memberikan subsidi untuk sejumlah komoditas dengan kisaran Rp2.000 hingga Rp10.000 per item.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah hadir untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Berbagai komoditas disiapkan dalam program tersebut, di antaranya beras premium bersubsidi sekitar 10 ton, bawang merah 350 kilogram, bawang putih 250 kilogram, gula konsumsi 1 ton, minyak goreng kemasan 1.000 liter, serta telur ayam ras sebanyak 500 nampan.

Pada tahap awal, GPM dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Sementara itu, pelaksanaan di wilayah lainnya dijadwalkan menyusul dalam bulan yang sama.

Pemerintah daerah berharap para pelaku usaha mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan guna menjaga stabilitas pasar. Selain sebagai upaya pengendalian inflasi pangan, program ini juga diharapkan menjadi bentuk kepedulian sosial pemerintah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan terjangkau menjelang bulan suci dan hari raya.