PENAJAM, – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menata ulang wajah pasar tradisional agar tetap menjadi pusat pergerakan ekonomi rakyat di tengah banyaknya ritel modern. Langkah ini diawali dengan perbaikan menyeluruh di Pasar Babulu, yang kini menjadi fokus revitalisasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan.

Kepala Diskukmperindag PPU, Margono Hadi Sutanto, menyebut penataan ini bukan sekadar memperbaiki fisik pasar, tetapi memastikan aktivitas ekonomi para pelaku usaha mikro terus hidup.

“Kita tidak ingin pasar rakyat kehilangan daya tariknya. Karena itu, kita rawat dan perbaiki agar pedagang tetap nyaman dan pembeli mau datang,” ucap Margono saat diwawancarai media, Selasa (21/10/2025).

Ia mengungkapkan, arah ini merupakan respons atas aspirasi langsung pedagang yang disampaikan saat kunjungan sebelumnya. Keluhan utama yakni pada minimnya akses pembeli menuju lapak tertentu, khususnya lapak ikan dan UMKM yang relatif sepi pengunjung.

“Mereka minta dibikinkan pintu tambahan supaya akses lebih mudah. Kita juga tangani atap bocor, toilet mampet, dan beberapa bagian yang sudah tidak layak,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, perbaikan ini dilakukan sebagai bagian dari program pemeliharaan rutin pasar, namun dengan dampak yang lebih strategis menciptakan ekosistem niaga rakyat yang bersih, aman, dan fungsional.

“Kalau lingkungannya nyaman, pembeli pasti datang. Itulah cara sederhana menghidupkan ekonomi rakyat dari bawah,” tambahnya.

Selain menata sarana, Diskukmperindag PPU tengah menginventarisasi kebutuhan pedagang kecil dan lapak UMKM, agar dapat disesuaikan dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kita ingin pasar ini bukan cuma tempat jual beli, tapi ruang tumbuh bagi UMKM lokal. Jadi setiap perbaikan yang kita lakukan selalu mendengar suara pedagang,” tegasnya.

Upaya tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab PPU dalam menjadikan pasar tradisional sebagai pilar ekonomi inklusif kenyamanan, kebersihan, dan partisipasi masyarakat menjadi prioritas.

“Kalau pasar dirawat, pedagang senang, pembeli datang, ekonomi jalan. Itu yang kita jaga,” tutupnya. (ADV)