Kalteng, Nusantara.co – Agustiar Sabran secara resmi membuka Pawai Tarhib menyambut Ramadan 1447 Hijriah di Bundaran Besar Talawang, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan ini menjadi penanda kesiapan masyarakat menyongsong bulan suci dengan penuh sukacita.
Sejak pagi, kawasan bundaran dipadati peserta dari jenjang pendidikan usia dini hingga umum. Suasana semarak tampak dari iring-iringan peserta yang mengenakan busana muslim dan atribut bernuansa Islami, mencerminkan kegembiraan menyambut bulan penuh berkah.
Panitia membagi rute pawai menjadi dua kategori. Rute pertama diperuntukkan bagi peserta PAUD, TK, dan RA. Mereka menempuh jalur lebih pendek dari Bundaran Besar Talawang menuju Jalan D.I. Panjaitan dan berakhir di kawasan Betang Mandala Wisata. Jalur ini dirancang dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan anak-anak.
Sementara itu, rute utama diikuti peserta TKA–TPA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, peserta umum, serta mobil hias. Rombongan bergerak dari titik awal yang sama, melintasi Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, sebelum finis di Jalan W. Sudirohusodo.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Pawai Tarhib bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud rasa syukur dan kebahagiaan umat Islam dalam menyambut Ramadan. Ia menilai kegiatan tersebut juga memiliki makna sosial karena menghadirkan ruang kebersamaan antarwarga.
Menurutnya, momentum ini diharapkan semakin mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah, tidak hanya di kalangan umat Muslim, tetapi juga antarumat beragama di Kalimantan Tengah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan, toleransi, serta persatuan demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama Ramadan.
Gubernur juga menekankan pentingnya memaknai Ramadan sebagai kesempatan memperkuat nilai kebersamaan melalui semangat Huma Betang sebagai fondasi pembangunan daerah. Semangat tersebut, ujarnya, menjadi perekat dalam menjaga persatuan di bawah bingkai NKRI, menuju Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, sejahtera, dan bermartabat.

Leave a Reply