Kalimantan Tengah, Nusantara – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, menegaskan pentingnya langkah-langkah antisipatif yang harus disiapkan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Penegasan tersebut disampaikannya sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Edy menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah memulai langkah awal dengan melakukan efisiensi anggaran pada sejumlah pos belanja. Efisiensi difokuskan pada perjalanan dinas, pelaksanaan rapat, serta pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana perkantoran.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah efisiensi anggaran, khususnya pada pos perjalanan dinas, rapat-rapat, serta pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana kantor,” ujar Edy.
Selain efisiensi, Wagub juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah agar lebih kreatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat kecil. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi pajak alat berat, pajak restoran, serta pajak air tanah.
Ia menambahkan, penguatan peran sektor swasta dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas fiskal daerah. Menurutnya, iklim usaha perlu terus didorong melalui berbagai kemudahan agar roda perekonomian daerah tetap bergerak.
“Sektor swasta harus terus dihidupkan melalui berbagai kemudahan, dan kinerja BUMD juga perlu didorong, sehingga stabilitas fiskal daerah tetap terjaga,” ungkapnya, Senin (12/1/2026).
Lebih lanjut, Edy menekankan pentingnya optimalisasi program-program prioritas pemerintah pusat yang dilaksanakan di daerah. Sinergi antara kebijakan nasional dan kebijakan daerah dinilai krusial untuk memperkuat pembangunan serta menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.
Di samping itu, ia juga mengingatkan agar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diupayakan melalui inovasi dan terobosan kreatif. Percepatan penyerapan anggaran, lanjutnya, harus menjadi perhatian serius karena belanja pemerintah memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Kami mendorong peningkatan PAD melalui inovasi dan terobosan yang kreatif. Selain itu, percepatan penyerapan anggaran harus benar-benar diperhatikan, karena belanja pemerintah sangat penting untuk menggerakkan perekonomian daerah,” pungkas Edy.

Leave a Reply