PENAJAM. – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, merencanakan penyelesaian pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan selesai pada 2026. Pinjaman senilai Rp348 miliar itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan pada 2017.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir, mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) berkomitmen menuntaskan kewajiban pembayaran pinjaman tersebut sesuai jadwal yang telah disepakati. “Tahun depan sisa pinjaman ke PT SMI sekitar Rp15 miliar, dan kami targetkan pelunasannya pada triwulan pertama 2026,” kata Muhajir, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, pembayaran pinjaman dilakukan bertahap sejak 2019 selama delapan tahun, dengan alokasi anggaran rata-rata lebih dari Rp55 miliar setiap tahun.
“Tahun ini pemerintah daerah tetap mengalokasikan Rp55,6 miliar untuk cicilan pokok pinjaman. Pembayaran pinjaman menjadi salah satu prioritas dalam APBD,” terangnya.
Komitmen pelunasan pinjaman itu, kata dia, tetap dijalankan meski daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran serta penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. “Kami pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal agar tidak terjadi penundaan kewajiban pembayaran,” ujar dia.
Sisa pinjaman Rp15 miliar yang akan dibayarkan pada tahun anggaran 2026 disebut tidak akan membebani keuangan daerah.“Nilai sisa pinjaman relatif kecil, sehingga tidak mengganggu struktur APBD tahun depan,” tambahnya.
Pinjaman dari PT SMI tersebut dimanfaatkan untuk tujuh proyek pembangunan jalan strategis di daerah yang berjuluk Betul Taka itu. Di antaranya pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Benuo Taka, jalan Masjid Ar Rahman hingga kawasan industri Buluminung, jalan Masjid Al Ula ke Pelabuhan Benuo Taka, serta peningkatan jalan Riko–Gersik dan Riko–Jembatan Pulau Balang.
” Jadi, seluruh proyek infrastruktur yang dibiayai dari dana pinjaman tersebut telah rampung sejak 2018 dan menjadi penunjang utama konektivitas wilayah setempat,” tutupnya. (ADV)

Leave a Reply